Skip to content

HATI (2)

January 11, 2010
tags:

INDIKASI SEHATNYA HATI

  1. Kerinduannya kepada khidmah seperti kerinduannya seorang yang lapar kepada makanan dan minuman. Yahya bin Muadz berkata : Barangsiapa senang untuk berkhidmah kepada Allah Ta’ala, segala sesuatu akan senang berkhidmah kepadanya. Barangsiapa tentram dan sejuk hatinya lantaran taat kepada Allah Ta’ala , sejuk dan tentram hati pulalah semua yang memandangnya.
  2. 2. Siempunya hati yang sehat hanya memiliki satu keinginan : taat kepada Allah Ta’ala.
  3. Sangat bakhil kepada waktu, menyesal jika terbuang sia-sia. Kebakhilannya terhadap waktu melebihi kebakhilan manusia terkikir kepada hartanya.
  4. Jika telah masuk waktu sholat lenyaplah segala harapan dan kesedihannya terhadap dunia. Ia mendapatkan kelapangan, kenikmatan, penyejuk mata dan penyejuk jiwa dalam shalat itu.
  5. Tidak pernah letih untuk berdzikir kepada Allah Ta’ala tidak pernah bosan untuk berkhidmah kepada Allah Ta’ala dan tidak bersikap manis kecuali kepada orang yang menunjukkan jalan kebenaan atau mengingatkannya akan Rabb-Nya.
  6. Perhatiannya untuk membenarkan amalan ( membuat suatu amal dilaksanakan secara benar ) melebihi perhatiannya untuk beramal, sehingga ia akan berusaha untuk ikhlas, loyal, ittiba’ dan ihksan di dalamnya.. bersamaan dengan itu ia menyaksikan betapa banyak anugerah yang Allah Ta’ala berikan kepadanya dan ia tetap menyadari betapa ia telah banyak melalaikan hak-hak-Nya.


PENYEBAB SAKITNYA HATI

Musibah yang menimpa dan menyebabkan sakitnya hati ada dua, musibah syahwat yang merusak niat dan iradah, dan musibah syubhat yang merusak ilmu dan I’tiqod ( keyakinan ). Rasulullah SAW bersabda :

Musibah ( fitnah ) itu masuk kedalam hati seperti dianyamnya tikar, sehelai demi sehelai. Hati manapun yang menerimanya akan tertitiklah padanya setitik noda hitam. Hati manapun yang menolaknya akan tertitiklah padanya setitik cahaya putih. Akhirnya hati akan terbagi menjadi dua, hati yang hitam legam cekung seperti gayung yang terbalik, tidak mengenal kebaikan tidak pula mengingkari kemungkaran., selain yang dikehendaki oleh hawa nafsunya, dan hati putih bercahaya yang tidak akan tertimpa madharat fitnah, , langit dan bumi masih ada. ( H.R. Muslim Al Iman II/ 170 dengan lafal yang berbeda )

Rasulullah SAW mengelompokkan hati ketika tertimpa musibah fitnah menjadi dua :

Pertama , Hati yang selalu menyerapnya seperti bunga karang yang selalu menyerap air. Maka tertitiklah padanya setitik noda hitam. Demikian seterusnya sehingga hati itu menjadi hitam dan terbalik. Inilah maksud tamsil (perumpamaan) Rasulullah SAW, ” seperti gayung terbalik ”

Jika telah hitam dan terbalk maka, akan datanglah dua penyakit yang sangat berbahaya yang akan mengantarkan ke jurang kehancuran :

  1. Tercampur aduknya kebaikan dengan kemungkaran, sehingga ia tidak lagi mengenalinya. Bahkan ia mungkin dikuasai oleh penyakit ini, sehingga ia menyakini kemungkaran sebagai suatu kebaikan. Kebaikan sebagai kemungkaran, sunnnah sebagai bid’ah, bid’ah sebagai sunnah, kebenaran sebagai kebatilan dan kebatilan sebagai kebenaran.
  2. Menjadikan hawa nafsu sebagai hakim, pemimpin dan panutan dengan meninggalkan semua yang dibawa oleh Rasulullah SAW.

Kedua, Hati putih yang bercahaya dengan cahaya iman, jika musibah fitnah datang ia pun mengingkari dan menolaknya, sehingga ia pun semakin bercahaya.

EMPAT RACUN HATI

Ketahuilah, setiap kemaksiatan adalah racun bagi hati, ia menjadi penyebab sakit dan kehancurannya, memalingkan iradahnya dan iradah Allah Ta’ala, dan menambah parah penyakitnya. Abdullah bin Mubarak berkata :

Kulihat dosa-dosa itu mematikan hati

Membiasakannya mengakibatkan kehinaan

Meninggalkannya adalah kehidupan bagi hati

Selalu menjauhinya adalah yang tebaik buat anda

Maka barangsiapa menginginkan keselamatan dan kehidupan bagi hatinya, hendaklah ia membersihkan hatinya dari pengaruh racun-racun itu. Kemudia menjaganya jangan sampai ada racun lain mengotorinya.

Adapun jika tanpa sengaja ia mengambil salah satunya ia harus segera bersegera untuk membuangnya dan menghapus pengaruhnya dengan cara bertaubat, beristigfar dan mengerjakan amal shalih yang dapat menghapus kesalahan.

Yang dimaksud dengan empat racun hati adalah :

  1. Banyak bicara
  2. banyak makan
  3. banyak memandang
  4. banyak bergaul

Keempat racun ini adalah yang paling banyak tersebar dan paling berbahaya bagi kehidupan hati.

Insya Allah empat racun hati ini akan kita bahas satu-persatu dalam edisi mendatang

(dari kitab : Tazkiyatun Nufuz wa Tarbiyatuha kama yuqarrirruhu Ulama As Salaf : Ibnu Qayyim Al Jauziyah, Ibnu Rajab Al Hambali, Imam Al Ghazali )

Download buletin

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: