Skip to content

IKHLAS (3)

December 23, 2009
tags:

D. Riya itu Samar

Sungguh benar sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bahwasanya riya itu samarsehingga terkadang menimpa seseorang padahal ia menyangka bahwa ia telah melakukan yang sebaik-baiknya.

Dikisahkan bahwasanya ada seseorang yang selalu sholat berjama’ah di shaf yang pertama, namun pada suatu hari ia terlambat sehingga sholat di saf yang kedua, ia pun merasa malu kepada jama’ah yang lain yang melihatnya sholat di shaf yang kedua. Maka tatkala itu ia sadar bahwasanya selama ini senangnya hatinya, tenangnya hatinya tatkala sholat di shaf yang pertama adalah karena pandangan manusia. (Tazkiyatun Nufus hal 15).

Berkata Abu ‘Abdillah Al-Anthoki, “ Fudhail bin ‘Iyadh bertemu dengan Sufyan Ats- Tsauri lalu mereka berdua saling mengingat (Allah) maka luluhlah hati Sufyan atau ia menangis. Kemudian Sufyan berkata kepada Fudhail, “Wahai Abu ‘Ali sesungguhnya aku sangat berharap majelis (pertemuan) kita ini rahmat dan berkah bagi kita”, lalu Fudhail berkata kepadanya, “Namun aku, wahai Abu Abdillah, takut jangan sampai majelis kita ini adalah suatu mejelis yang mencelakakan kita “, Sufyan berkata, “Kenapa wahai Abu Ali?”, Fudhail berkata, “Bukankah engkau telah memilih perkataanmu yang terbaik lalu engkau menyampaikannya kepadaku, dan akupun telah memilih perkataanku yang terbaik lalu aku sampaikan kepadamu, berarti engkau telah berhias untuk aku dan aku pun telah berhias untukmu”, lalu Sufyan pun menangis dengan lebih keras daripada tangisannya yang pertama dan berkata, “Engkau telah menghidupkan aku semoga Allah menghidupkanmu”. (Tarikh Ad- Dimasyq 48/404).

Sesungguhnya hanyalah orang-orang yang beruntung yang memperhatikan gerakgerik hatinya, yang selalu memperhatikan niatnya. Terlalu banyak orang yang lalai dari hal ini kecuali yang diberi taufik oleh Allah Ta’ala. Orang-orang yang lalai akan memandang kebaikan-kebaikan mereka pada hari kiamat menjadi kejelekan-kejelekan, dan mereka itulah yang dimaksudkan oleh Allah dalam firman-Nya.

“Dan (jelaslah) bagi mereka akibat buruk dari apa yang telah mereka perbuat dan mereka diliputi oleh pembalasan yang mereka dahulu selalu memperolokolokkannya.” (QS. Az Zumar: 48). “Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedang mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.” (QS. Al Kahfy: 104).

E. Bahaya Riya’

Didalam Al Qur’an dan As Sunnah banyak sekali ancaman tentang bahaya riya’. Riya’ termasuk kedurhakaan hati yang sangat berbahaya terhadap diri, amal, masyarakat dan umat dan juga termasuk dosa besar yang merusak. diantara bahaya riya’ adalah :

  1. Riya’ lebih berbahaya bagi kaum muslimin daripada fitnah Masih Al Dajjal. Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam bersabda,” Maukah aku kabarkan kepada kalian sesuatu yang tersembunyi disisiku atas kalian daripada Masih Ad Dajjal yaitu syirkul khafi, yaitu seseorang sholat, lalu ia menghiasi (memperindah) sholatnya, karena ada orang-orang memperhatikan sholatnya.” (HR Ibnu Majah 4204, dari hadits Abu Sa’id Al Khudri, hadits ini hasan -Shahih At Targhib wat Tarhib no 27).
  2. Riya’ lebih sangat merusak daripada srigala menyergap domba, Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam bersabda” Tidaklah dua ekor srigala yang lapar dan dilepaskan di tengah sekumpulan domba lebih merusak daripada ketamakan seseorang kepada harta dan kedudukan bagi agamanya.” (HSR Ahmad 3/456, Tirmidzi, darimi 2/304 dari Ka’ab bin Malik). Rosululloh SholallahuAlaihi Wassalam memberikan permisalan rusaknya agama seorang muslim karena tamaknya kepada harta, kemuliaan, pangkat dan kedudukan. Semua ini menggerakkan riya’ didalam diri seseorang.
  3. Amal Shalih akan hilang pengaruh baiknya dan tujuannya yang besar bila disertai Riya’, Alloh Azza wa Jalla berfirman, : ” Maka celakalah bagi orang-orang yang sholat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari sholatnya, orang-orang yang berbuat riya’ dan mencegah (menolong dengan) barang yang berguna.” (QS Al Maidah 4-7). Orang-orang yang berbuat riya’ dan tidak mau menolong orang lain adalah karena sholat mereka tidak mempunyai pengaruh dalam hati mereka, sehingga mereka mencegah kebaikan dari hambahamba Allah. Mereka hanyalah menunaikan gerakan-gerakan sholat dan memperindahnya karena semua mata memandang, padahal hati mereka tidak memahami, tidak tahu hakekatnya dan tidak mengagungkan Allah. Karena itu sholat mereka tidak berpengaruh terhadap hati dan amal. Riya’ menjadikan amal kosong tak bernilai.
  4. Riya’ akan menghapus amal shalih, Alloh Azza wa Jalla berfirman, : ” Seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya’ kepada manusia dan tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. maka perumpamaan orang-orang seperti itu seperti batu licin yang diatasnya da tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah ia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatu pun dari apa yang mereka usahakan, dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir.” (QS Al baqoroh 264). Hati yang tertutup riya’ seperti batu licin yang tertutup tanah. Orang yang berbuat riya’ tidak akan membuahkan kebaikan, bahkan ia telah berbuat dosa besar yang akan dia peroleh akibatnya pada hari kiamat kelak. Riya’ menghapuskan amalan shalih dan seseorang tidak mendapatkan apa-apa karenanya diakherat nanti dari amal-amal yang pernah ia lakukan di dunia. Sebagaimana sabda Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam ,: ”Sesungguhnya yang paling aku takutkan atas kalian adalah syirik kecil, yaitu riya’. Allah akan mengatakan kepada mereka pada hari kiamat tatkala memberikan balasan amal manusia,’Pergilah kepada orang-orang yang kalian berbuat riya’ kepada mereka di dunia. Apakah kalian akan mendapatkan balasan dari sisi mereka?.”(HR Ahmad 5/428-429, dan Al baghawi dalam Syarhus Sunnah). Pelaku riya’ yang memamerkan amalnya dipuji, disanjung dan mendapatkan kedudukan di hati manusia tidak akan mendapat ganjaran kebaikan dari Allah dan tidak pula dari orang-orang yang memujinya, karena yang berhak memberi balasan hanya Allah saja. Alloh Azza wa Jalla berfirman, : ” Aku adalah sekutu yang Maha Cukup, sangat menolak perbuatan syirik. barangsiapa mengerjakan suatu amal yang dicampuri dengan perbuatan syirik kepadaKu, maka Aku tinggalkan dia dan (Aku tidak terima) amal kesyirikannya.”(H.R. Muslim).
  5. Riya’ adalah syirik khafi (tersembunyi), Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam bersabda, : ”Maukah aku kabarkan kepada kalian tentang sesuatu yang lebih tersembunyi disisiku terhadap kalian daripada almasih Ad Dajjal? yaitu syirik khafi, seseorang sholat, lalu ia memperindah sholatnya karena ada orang yang memperhatikannya.” (H.R. Ibnu Majah).
  6. Riya’ mewariskan kehinaan dan kerendahan, Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam bersabda, : ”Barangsiapa beramal dan memperdengarkannya kepada orng lain (agar orang tahu amalnya),maka Allah akan menyiarkan aibnya di telinga-telinga hambaNya, Allah rendahkan dia dan menginakannya.” (H.R. Thabrani dan Al Baihaqi).
  7. Para pelaku Riya’ tidak akan mendapatkan balasan pahala di akherat, dari Ubaid bin Ka’ab – Rodliallohu anhu– Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam bersabda, : ” Sampaikanlah kabar gembira ini kepada umat ini dengan keluhuran, kedudukan yang tinggi, agama, derajat yang mulia dan kekuasaan di muka bumi. barangsiapa diantara mereka melakukan amal akherat untuk dunia, maka dia tidak mendapatkan bagian di akhirat.”(H.R. Ahmad, Ibnu Hibban, dan Al Hakim).
  8. Riya’ akan menambah kesesatan seseorang pelakunya. Alloh Azza wa Jalla berfirman,: ” Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri mereka sendiri sedangkan mereka tidak sadar. dalam hati mereka ada penyakit lalu ditambah Allah penyakitnya, dan bagi mereka siksa yang pedih disebabkan mereka berdusta.”(QS Al Baqoroh 9-10).
  9. Riya’ menyebabkan kekalahan umat. Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam, : ” Sesungguhnya Allah akan menolong umat ini dengan orang-orang yang lemah, doa, sholat, dan keikhlasan mereka.” (H.R. An Nasai 6/45). Ikhlas karena Allah adalah sebab ditolongnya umat ini dari musuh-musuh mereka. Allah melarang kita sombong dan riya’ karena hal ini akan membawa kekalahan. Alloh Azza wa Jalla berfirman,: ”Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampungnya dengan rasa sombong/angkuh dan dengan maksud riya’ kepada manusia serta menghalangi (orang) dari jalan Allah. dan (ilmu) Allah meliputi apa yang mereka kerjakan.” (Al Anfal 47).

Download Buletin di sini

One Comment leave one →
  1. December 26, 2009 1:05 pm

    sangat bermanfaat…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: