Skip to content

ADZAB & NIKMAT KUBUR

November 26, 2009

Nikmat dan adzab kubur ini adalah hal yang haq. Dalil-dalil yang mutawatir dari Nabi Muhammad SAW, dan dari para sahabat telah menunjukkan kebenarannya secara pasti dan kita wajib mengimaninya karena merupakan tuntutan keimanan kita kepada hari kiamat yang merupakan rukun iman keenam dimana tidak sah iman seseorang kecuali harus beriman kepada semua rukun iman yang enam. Ahlus Sunnah mengimani tentang adanya adzab dan nikmat kubur. Keduanya adalah benar berdasarkan Al Qur;an dan As Sunnah serta Ijma’ Salafus Shalih

Diantara dalil dari Al Qur’an tentang adanya adzab kubur ( siksa ) kubur adalah friman Allah Ta’ala : “ nanti mereka akan Kami siksa dua kali, lalu mereka akan dikembalikan kepada adzab yang besar. “ ( Q.S. At Taubah : 101) Menurut penjelasan Iman Hasan Al Bashri dan Qatadah ra. Bahwa yang dimaksud dengan “ nanti mereka akan Kami siksa dua kali “ yaitu adzab di dunia dan adzab kubur. ( Tafsir Ibnu Katsir II / 423 : Cetakan darrussalam ) Firman Allah Ta’ala : “ Dan pasti akan Kami timpakan kepada mereka sebagian siksa yang dekat ( di dunia ) sebelum adzab yang lebih besar ( di Akhirat ). Q.S. As Sajadah 21 )

Menurut pendapat al Bara’ bin ‘Azib ra, Mujahid dan Abu Ubaidah bahwa yang dimaksud dengan adzab yang dekat adalah adzab Kubur “ ( Tafsir Ibnu Katsir III / 509: Cetakan darrussalam ) Firman Allah Ta’ala : Kepada mereka diperlihatkan Neraka pada pagi dan petang dan pada hari terjadinya kiamat, ( lalu kepada Malaikat diperintahkan ) “ masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam adzab yang sangat keras” ( Q.S. Al Mukminun : 46 )

Al Hafizh Ibnu Katshir mengatakan : Ayat ini merupakan prinsip terbesar yang dijadikan oleh Ahlus Sunnah tentang adanya Adzab kubur. Tafsir ibnu Katsir ( IV/ 85- 86 ). Cet. Daarus Salaam.

Sedangkan dalil dari As Sunnah adalah hadist Nabi Muhammad SAW, dari sahabat Ibnu Abbas ra, ia berkata : Rasulullah SAW, berjalan melewati salah satu kebun di kota Madianah, lalu Beliau SAW mendengar suara dua orang yang sedang disiksa di dalam kubur, lalu Beliau SAW, bersabda : “ keduanya sedang disiksa, dan keduanya disiksa karena perbuatan dosa besar. Salah seorang dari keduanya tidak menjaga kebersihan dirinya dari air kencing dan yang lainnya senantiasa namimah ( mengadu domba ). H.R. Al Bukhari ( no.216 dan no. 218 ) dengan lafadz “ Rasulullah SAW, melewati dua kuburan. “ Lihat Fathul Baari ( I/ 317 ) dan muslim ( no. 292 ) Rasulullah SAW menganjurkan ummatnya untuk senantiasa berdo’a memohon perlindungan kepada Allah Ta’ala dari adzab kubur di setiap akhir tasyahud sebelum salam ketika shalat. Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari adzab jahannam, dari adzab kubur, dari fitnah hidup dan mati, serta dari kejahatan fitnah al Masih ad Dajjal.” H.R. Muslim ( no. 588 ( 128) ) dari sahabat Abu Hurairah ra.

Bantahan terhadap pengingkaran adzab kubur

Keimanan seorang hamba kepada Allah Ta’ala, malaikat-malaikat-Nya, dan hari akhir mengharuskannya beriman kepada alam kubur, kenikmatannya, dan apa saja yang terjadi di dalamnya. Sebab, itu semua termasuk perkara-perkara ghaib. Jika seseorang mempercayai sebagian sesuatu, maka menurut akal ia harus mengimani sebagian satunya.

Alam kubur, kenikmatannya, pertanyaan dua malaikat bukan merupakan sesuatu yang mustahil menurut akal. Bahkan akal yang sehat mengakuinya member kesaksian terhadapnya.

Mereka mengatakan : Kita melihat orang yang sudah mati yang disiksa dalam kubur, namun ketika dibongkar kembali jasadnya tetap tidak berubah, demikian juga kadang-kadang orang yang mati karena dimangsa binatang buas dan tidak dikubur, bagaimana siksa kubur berlaku atasnya ?

Jawabannya : Bahwa apa yang mereka saksikan adalah hanya secara dhahir-nya saja, karena yang dapat merasakan adanya siksa adalah sebagian ruh, dan tidak mesti siksa itu nampak pada gerakan atau perubahan badan. Atau bisa saja ketika kita membongkar kembali kuburan maka Allah Taalaa mengembalikan tubuhnya seperti sedia kala sebagai ujian bagi keimanan karena Allah Taalaa Berkuasa atas segalagalanya.

Dan ini pun kadang bisa kita rasakan dalam kehidupan kita, yaitu ketika seorang yang tidur bermimpi baik, mendapatkan kenikmatan yang sangat besar, dia bisa merasakannya, tapi kita tidak bisa mengetahuinya, begitu juga ketika bermimpi yang tidak baik, dia bisa merasa kesakitan seolah benar terjadi, Kenikmatan dan siksa di alam mimpi tersebut betul-betul terjadi pada ruhani. Dan ruhani terpengaruh dengannya tanpa ia rasakan dan bisa dilihat oleh kita, serta tidak ada seorang pun yang memungkirinya.

Bagaimana terhadap siksa alam kubur, dan kenikmatannya yang pada dasarnya sama persis dengan mimpi tersebut ? padahal kita melihatnya tidak ada perubahan pada jasadnya. Jadi kalau untuk dunia ini saja bisa terjadi apalagi berkaitan dengan orang yang mati yang sudah berada didunia lain. Ini tidak mustahil secara akal sehat.

Secara akal sehat ini, perkara ini sangat mungkin terjadi walaupun golongan Mutazilah mengingkarinya karena mereka hanya mengandalkan akal mereka dalam menerima atau menolak suatu perkara dari syariat.

Mereka menolaknya karena dalilnya adalah hadits-hadits yang ahad (perawinya adalah satu orang ), dimana hadits ahad kebenarannya bersifat dzanni (tidak pasti) sehingga untuk perkara ini tidak bisa dijadikan hujah. Atau barangkali perawi haditsnya secara dhahirnya terlihat baik dan shaleh (tsiqot) namun dia pendusta atau munafik didalam batinnya.Mereka mencontohkan dengan riwayat ketika Umar bin Khattab radhiallahu anhu menolak haditsnya Abu Musa Al Asyari radhiallahu anhu tentang izin bertamu tiga kali ketika tidak dijawab kita harus pergi. Mereka mengatakan inilah Umar bin Khattab radhiallahu anhu tidak menerima riwayat sahabat yang mulia, ini menunjukkan bahwa riwayat satu orang (ahad) diragukan kebenarannya.

Jawaban : riwayat Umar bin Khattab r.a ini tidak menunjukkan kalau Beliau menolak hadits ahad, namun Beliau ingin lebih memastikan berita tersebut, sehingga tidak menggampangkan setiap orang mengatakan tentang Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tanpa ilmu yang benar, jadi ketika Beliau merasa bahwa hadits tersebut shahih karena adanya penguat-penguat maka beliau menerimanya, begitu pula dengan riwayat-riwayat yang lain. Keterangan singkat tentang hadist ahad : Hadist ahad bukanlah Hadits dhaif ( hadits yang lemah dari segi periwayatannya, sehingga kekuatannya dari segi tsubut masih diragukan.)

Hadits ahad punya pengertian yang jauh berbeda dengan hadits dhaif. Hadits ahad adalah hadits yang diriwayatkan oleh satu orang perawi. Dan keberadaan hanya satu orang perawi dalam sebuah thabaqat tidak berpengaruh apa-apa terhadap kekuatan sebuah periwayatan. Yang penting perawi yang sendirian itu tsiqah serta tidak punya cacat atau luka (majruh). Sehingga sebuah hadits ahad bisa saja tetap berstatus shahih, bila perawinya memenuhi syarat keshahihan suatu hadits. Sebab lawan dari hadits ahad bukanlah hadits shahih, melainkan hadits mutawatir. Sedangkan lawan dari hadits shahih adalah hadits dhaif.

Seandainya kita menolak hadits ahad hanya karena bersifat dzanni, maka berapa banyak perkara syariat yang kita tolak karena kebanyakannya berasal dari hadits-hadits ahad, padahal Rasulullah shallallahu alaihi wasallam biasa mengutus para sahabat sendiri-sendiri untuk menyebarkan Islam, seandainya hadits ahad tidak diterima, tentunya dakwah mereka akan ditolak orang-orang, tidak berbeda apakah itu dalam perkara akidah maupun furu’ (cabang).

Apalagi hadits-hadits mengenai siksa kubur bukanlah hadits ahad sebagaimana kata ulama, yaitu merupakan hadits mutawatir. Lihat Al Azharul Mutanatsirah Lil Ahadits Mutawatirah oleh Imam Suyuthi, dan An Nadzam Al Mutanatsir Fil Hadits Mutawatir oleh Imam Al Kattabi.

Jadi menolak siksa kubur sebenarnya merupakan pemahaman dan keyakinan Mutazilah bukan keyakinan Ahlu Sunah Wal Jamaah.

 

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: