Skip to content

Jika Bukan Demokrasi Apa Solusinya?

June 3, 2009

Dalam sebuah kesempatan, redaksi pernah mendengar ungkapan seorang ustadz kharismatik di sebuah kota di propinsi Jawa Tengah. Beliau berkata, ” Jangan mudah mengharamkan Demokrasi! Apalagi tanpa memberi solusi!”

Pernyataan ini memaksa redaksi untuk merenung dan bertanyatanya, ‘Apakah masih kurang jelas kalau Demokrasi itu bukan dari Islam, lantas apa yang kurang dari sistem Islam sehingga masih perlu berdemokrasi?’

Bukankah Demokrasi yang menjadi produk sekulerisme tersebut telah nyata-nyata menciptakan instabilitas dan kehancuran di negeri-negeri muslim? Bukankah efek nyata kegagalan demokrasi telah nampak jelas di mata awam dengan adanya caleg-caleg gila  juga berbagai kerusakan hukum dan sosial yang tidak masuk akal lainnya?

Sungguh sayang, sang ustadz begitu mudah menentukan pilihan pada Demokrasi yang telah terbukti sebagai paham kekafiran. Ia pun segera menguatkan ungkapannya dengan pertanyaan tentang solusi selain Demokrasi.?

Setelah sedikit menghela napas, redaksi menginsyafi bahwa lontaran sang ustadz tersebut cukup mewakili watak umum orang Indonesia yang selalu ingin serba instan, serba mudah dan serba aman. Sebuah karakter khas yang dimiliki umat yang kalah dan tunduk di bawah penindasan thaghut. ?

Antara Sistem Islam yang Sempurna dan Sistem Demokrasi yang Rusak

Marilah kita awali bahasan ini dengan niat untuk membela syariat Allah dan merendahkan syariat Demokrasi, janganlah kita takut pada orang kafir tetapi takutlah pada Allah, ingatlah bahwa Allah berfirman:

“Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (Al-Maidah: 3)

Selanjutnya, kita perlu melihat perbandingan ringkas antara Demokrasi dan Islam sebagai berikut:

No

Agama Islam

Agama Demokrasi

1

Menetapkan kewenangan hukum hanya kepada Alloh (Yusuf : 40),( Al Kahfi : 26), ( AsySyura:21),Al An’am:121) Menetapkan kewenangan hukum kepada selain Alloh (Pemerintah,Dewan Perwakilan, Badan Hukum )

2

Kebenaran apa yang diatur oleh Allah saja. (Al-Baqarah:147), (Ali-Imran: 60),(Al-A’raf: 3), (Al-An’am: 116) Kebenaran itu adalah suara yang terbanyak.(Jika mayoritas adalah para mafia dan penjahat tentunya yang benar adalah para penjahat itu-red)

3

Kebebasan dalam Islam diatur secara tegas. Karena setiap perbuatan dan perkataan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah ta’ala Kebebasan untuk meyakini (bebas beragama apa saja) dan bebas untuk mengeluarkan pendapat (meskipun sesat dan menghina Allah, Rasul-Nya dan Islam).

4

Seorang muslim lebih tinggi derajatnya dari orang kafir (Al Qalam: 35-39) Menyamaratakan orang muslim dengan orang kafir

5

Hanya memutuskan hukum berdasarkan hukum Allah saja. Memutuskan dengan selain hukum Allah

6

Hanya ada satu ilah/tuhan yakni Allah ta’ala saja. Tuhan-tuhan dalam sistem Demokrasi sangat banyak

Sistem Politik Islam

Hakikatnya, Demokrasi adalah sebuah sistem politik (Politik maknanya proses pengambilan kebijakan untuk meraih kemaslahatan umum, inilah makna dasar politik. Namun, dalam sistem kafir politik tidak lebih upaya seseorang / sekelompok orang untuk saling menguasai) pemerintahan atau sistem keamiran yang mengatur persoalan dunia manusia. Islam pun memiliki sistem politik tersendiri, karena Islam bukan Demokrasi. Nah, sistem politik Islam terbagi dalam hal-hal berikut :

  1. a. Berkenaan dengan pengaturan keyakinan dan ideologi negara

Ideologi suatu negara diatur secara tegas dalam Islam. Karena pengaturan dan perumusan ideologi suatu negara dalam Islam dirumuskan berdasarkan kalimat tauhid Laa ilâha illallâh. Sistem ideologi yang berlandaskan kalimat tauhid ini adalah ideologi Al-Wala’ wal Bara’ yang tercermin dalam pemikiran, sikap dan perilaku warga negara Islam.

  1. b. Berkenaan dengan pengaturan hubungan warga negara dengan pemerintah

Islam mengatur hubungan antara warga negara dengan penguasa melalui syariat As-Sam’u wat-Tho’ah. Dalam syariat As-Sam’u wat- Tho’ah ini, rakyat wajib tunduk dan patuh pada pemerintah selama pemerintah tunduk dan patuh kepada syariat Allah ta’ala. Proses menjadi warga negara suatu negara Islam dimulai dengan pernyataan sumpah setia untuk menjadi warga negara tersebut, dan menjunjung tinggi aqidah tauhid dan hukum-hukum Islam yang berlaku dalam negara tersebut.

  1. c. Berkenaan dengan pengaturan sistem pemerintahan dan pemilihan kepala negara

Selanjutnya, Islam juga memiliki sistem tersendiri yang sangat berbeda dari sistem Demokrasi, adapun sistem pemerintahan dan pemilihan kepala negara didasarkan pada syariat Al-Jamaah wal Imamah.

  1. d. Berkenaan dengan pengaturan sistem keamanan negara.

Islam mengatur sistem keamanan negara dengan adanya syariat Iman, Hijrah dan Jihad. Dengan adanya sistem Iman yang kuat dan kokoh akan melindungi negara dari infiltrasi pemikiran sesat, dengan Hijrah akan melindungi negara dari jeratan sistem kafir, dengan Jihad akan melindungi negara dari serangan negeri-negeri kafir.

  1. e. Berkenaan dengan pengaturan kesejahteraan hidup warga negara.

Kesejahteraan hidup seorang muslim benar-benar diper-hatikan dalam negara Islam, dengan adanya syariat Zakat, Shodaqoh, Pengharaman Riba , Penghalalan Jual-Beli, Pencatatan Hutang dan sebagainya yang tercantum dalam ekonomi Islam.

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: