Al Qur’an Kalam Allah ( Perkataan Allah ) bukan MakhLuk

2009 November 26

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah mengatakan dalam kitab al ‘Aqidah al Wasithiyah:

Termasuk beriman kepada Allah dan kepada kitab-kitab Allah ialah, beriman bahwa alQur’an Kalam Allah yang diturunkan dan bukan makhluk. Dari Allah al Qur’an bermula dan kepada-Nya ia akan kembali. Dan sesungguhnya, Allah berbicara dengan al Qur’an ini secara hakiki.

Sesungguhnya al Qur’an yang telah Allah turunkan kepada Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam ini adalah perkataan Allah yang sebenarnya, bukan perkataan selain-Nya. Tidak boleh melepaskan kata-kata bahwa al Qur’an adalah hikayat dari kalam Allah atau ungkapan tentang kalam Allah. Bahkan apabila manusia membacanya atau menuliskannya dalam mushaf-mushaf, dengan itu al Qur’an tetap tidak keluar dari keadaannya sebagai kalam Allah yang sebenarnya. Sesungguhnya suatu perkataan hanya akan disandarkan secara hakiki kepada yang pertama kali mengatakannya, dan tidak disandarkan kepada orang yang mengatakannya sebagai penyampai. Al Qur’an adalah kalam Allah; baik huruf-hurufnya maupun makna-maknanya. Kalam Allah bukan hanya huruf-huruf saja tanpa makna, dan bukan pula makna-makna saja tanpa huruf. (Lihat Syarh al ‘Aqidah al Wasithiyah, Syaikh Shalih bin Fauzan al Fauzan).

read more…

ADZAB & NIKMAT KUBUR

2009 November 26
by Husam

Nikmat dan adzab kubur ini adalah hal yang haq. Dalil-dalil yang mutawatir dari Nabi Muhammad SAW, dan dari para sahabat telah menunjukkan kebenarannya secara pasti dan kita wajib mengimaninya karena merupakan tuntutan keimanan kita kepada hari kiamat yang merupakan rukun iman keenam dimana tidak sah iman seseorang kecuali harus beriman kepada semua rukun iman yang enam. Ahlus Sunnah mengimani tentang adanya adzab dan nikmat kubur. Keduanya adalah benar berdasarkan Al Qur;an dan As Sunnah serta Ijma’ Salafus Shalih

Diantara dalil dari Al Qur’an tentang adanya adzab kubur ( siksa ) kubur adalah friman Allah Ta’ala : “ nanti mereka akan Kami siksa dua kali, lalu mereka akan dikembalikan kepada adzab yang besar. “ ( Q.S. At Taubah : 101) Menurut penjelasan Iman Hasan Al Bashri dan Qatadah ra. Bahwa yang dimaksud dengan “ nanti mereka akan Kami siksa dua kali “ yaitu adzab di dunia dan adzab kubur. ( Tafsir Ibnu Katsir II / 423 : Cetakan darrussalam ) Firman Allah Ta’ala : “ Dan pasti akan Kami timpakan kepada mereka sebagian siksa yang dekat ( di dunia ) sebelum adzab yang lebih besar ( di Akhirat ). Q.S. As Sajadah 21 )

Menurut pendapat al Bara’ bin ‘Azib ra, Mujahid dan Abu Ubaidah bahwa yang dimaksud dengan adzab yang dekat adalah adzab Kubur “ ( Tafsir Ibnu Katsir III / 509: Cetakan darrussalam ) Firman Allah Ta’ala : Kepada mereka diperlihatkan Neraka pada pagi dan petang dan pada hari terjadinya kiamat, ( lalu kepada Malaikat diperintahkan ) “ masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam adzab yang sangat keras” ( Q.S. Al Mukminun : 46 )

read more…

Para Sahabat Nabi Muhammad SAW Keutamaan, Derajat dan Kedudukannya (4)

2009 November 26
by Husam

XIV. Berhati-hati Terhadap Rafidhah dan Nashibah

Ahlus Sunnah berlepas diri dari dua kelompok ini. Rafidhah adalah kelompok yang bersikap berlebih-lebihan pada Ali bin Abu Thalib dan ahlu bait. Mereka disebut Rafidhah karena mereka rafadhu (menolak) pendapat Ali bin al- Husain bin Ali bin Abu Thalib ketika mereka bertanya kepadanya tentang Abu Bakar ash Shidiq dan Umar bin Khattab, maka Ali bin al-Husain memuji keduanya dan berkata, “Mereka berdua adalah pendukung kakekku.”

Adapun Nashibah maka mereka adalah orang-orang nashabu (menegakkan) permusuhan kepada ahlu bait, menghina dan mencaci maki. Mereka ini adalah lawan Rafidhah.

Rafidhah menyerang sahabat dengan hati dan lisan. Hati mereka membenci dan memusuhi sahabat kecuali orang-orang yang menjadi perantara mereka untuk meraih ambisi mereka dan mereka pun bersikap berlebih-lebihan pada orang-orang tersebut ( para Ahlul Bait )

read more…

Para Sahabat Nabi Muhammad SAW Keutamaan, Derajat dan Kedudukannya (3)

2009 November 26
by Husam

X. Sahabat Terbaik

Dia adalah Abu Bakar ash-Shiddiq berdasarkan apa yang diriwayatkan dalam Shahih al-Bukhari dan lainnya dari Ibnu Umar berkata, “Kami memilih orang-orang di zaman Nabi, maka kami memilih Abu Bakar kemudian Umar bin al-Khattab kemudian Usman bin Affan.”

Dalam Shahih al-Bukhari bahwa Muhammad bin al-Hanafiyah berkata, “Aku berkata kepada bapakku, ‘Siapa yang terbaik setelah Rasulullah?’ Dia menjawab, ‘Abu Bakar’. Aku bertanya, ‘Lalu siapa?’ Dia menjawab, ‘Kemudian Umar’. Aku takut dia berkata kemudian Usman maka aku berkata, ‘Kemudian engkau?’ Dia menjawab, ‘Aku hanyalah salah seorang dari kaum muslimin.”

Jika pada masa khalifah Ali berkata begitu, sebaik-baik umat setelah Nabi adalah Abu Bakar kemudian Umar maka tidak ada hujjah bagi orang-orang Rafidhah yang mendahulukan Ali di atas keduanya, Sahabat ( Ali bin Abi Thalib ) yang mereka dahulukan di atas Abu Bakar ash-Shidiq dan Umar bin Khattab justru mendahulukan keduanya.

read more…

Para Sahabat Nabi Muhammad SAW Keutamaan, Derajat dan Kedudukannya(2)

2009 October 26
by Husam

VI. Antara Muhajirin dan Anshar

Ahlus Sunnah wal Jamaah mendahulukan Muhajirin di atas Anshar karena yang pertama menggabungkan antara hijrah dan nusroh (mendukung) sementara yang kedua hanya nusroh saja.

Muhajirin meninggalkan keluarga dan harta mereka serta tanah kelahiran mereka, mereka pindah ke bumi yang asing, semua itu adalah hijrah kepada Allah dan Rasul-Nya demi menolong Allah dan Rasul-Nya.

Anshar, Nabi saw mendatangi mereka di negeri mereka, mereka menolong Nabi SAW, tanpa ragu mereka melindungi Nabi SAW seperti mereka melindungi istri dan anak-anak mereka.

read more…

Para Sahabat Nabi Muhammad SAW Keutamaan, Derajat dan Kedudukannya

2009 October 20
by Husam

I. Definisi Sahabat
Sahabat adalah orang yang bertemu Rasulullah, beriman kepadanya dan wafat di atas iman, dia dinamakan shahib karena jika dia bertemu Rasulullah dalam keadaan beriman kepadanya maka dia telah berikrar mengikutinya. Ini salah satu keistimewaan persahabatan dengan Rasulullah. Adapun selain Rasulullah maka seseorang belum dianggap sahabat sebelum dia sebelum dia bergaul dengannya dalam waktu yang panjang yang karenanya dia berhak disebut sahabat.

II. Akidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah Terhadap Sahabat

Di antara prinsip Ahlus Sunnah wal Jamaah adalah keselamatan hati mereka dan lidah mereka terhadap sahabat Rasulullah. Keselamatan hati dari kebencian, kemarahan dan iri hati dan keselamatan lidah mereka dari segala ucapan yang tidak layak dengan kedudukan mereka.

read more…

UTSULUTS TSALATSAH (MENGENAL ISLAM )

2009 October 7
by Husam

Makna Islam, ialah berserah diri kepada Allah dengan tauhid ( tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, Tauhid Uluhiyah, Rububiyah, Tauhid Asthma’wa Sifat ) dan tunduk kepada-Nya dengan penuh kepatuhan akan segala perintah-Nya serta menyelamatkan diri dari perbuatan syirik dan orang-orang yang berbuat syirik.

Dan agama Islam, dalam pengertian tersebut, mempunyai tiga tingkatan, yaitu : Islam, Iman dan Ihsan, masing-masing tingkatan mempunyai rukun-rukunnya.

I. Rukun (Tingkatan) Islam

Adapun tingkatan Islam, rukunnya ada lima:

1) Syahadat (pengakuan dengan hati dan lisan) bahwa “Laa Ilaaha Ilallaah” (Tiada sesembahan yang haq selain Allah) dan Muhammad adalah Rasulullah.

2) Mendirikan shalat.

3) Mengeluarkan zakat.

4) Puasa pada bulan Ramadhan.

5) Dan Haji ke Baitullah Al-Haram.

read more…

UTSULUTS TSALATSAH ( MENGENAL ALLAH ‘AZZA WA JALLA )

2009 October 7
by Husam

Apabila anda ditanya: Siapakah Tuhanmu? Maka katakanlah: Tuhanku adalah Allah, yang memelihara diriku dan memelihara semesta alam ini dengan segala ni’mat yang dikurniakan-Nya. Dan dialah sembahanku, tiada sesembahan yang haq selain Dia.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: Artinya: “Segala puji hanya milik Allah Tuhan Pemelihara semesta alam. “ (Al-Faatihah: 1)

Semua yang ada selain Allah disebut Alam, dan aku (penulis) adalah salah satu dari semesta alam ini. Selanjutnya jika anda ditanya: Melalui apa anda mengenal Tuhan? Maka hendaklah anda jawab: Melalui tanda-tanda kekuasaan-Nya dan melalui ciptaan-Nya. Di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah: malam, siang, matahari dan bulan. Sedang di antara ciptaan-Nya ialah: tujuh langit dan tujuh bumi beserta segala mahluk yang ada di langit dan di bumi serta yang ada di antara keduanya.

Firman Allah Ta’ala : Artinya: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah kamu bersujud kepada matahari dan janganlah (pula kamu bersujud) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya jika kamu benarbenar hanya kepada-Nya beribadah.” (Fushshilat: 37)

Dan firman-Nya: Artinya: “Sesungguhnya Tuhanmu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang, sentiasa mengikutinya dengan cepat. Dan Dia (ciptakan pula) matahari dan bulan serta intang-bintang (semuanya) tunduk kepada perintah-Nya. Ketahuilah hanya hak Allah mencipta dan memerintah itu. Maha Suci Allah Tuhan semesta alam. “ (Al-A’raaf: 54)

read more…

UTSULUTS TSALATSAH ( Tiga Landasan Pokok )

2009 September 17

MUQADDIMAH

Ketahuilah, bahwa wajib bagi kita untuk mendalami empat masalah, yaitu:

1) Ilmu, ialah mengenal Allah, mengenal Nabi-Nya dan mengenal agama Islam berdasarkan dalil-dalil.

2) Amal, ialah menerapkan ilmu ini.

3) Da’wah, ialah mengajak orang lain kepada ilmu ini.

4) Sabar, ialah tabah dan tangguh menghadapi segala rintangan dalam menuntut ilmu, mengamalkannya dan berda’wah kepadanya.

read more…

HARUSKAH BELAJAR ILMU SYAR’I ?

2009 September 9
by Husam

Tujuan Penciptaaan makhluk/ Inti dakwah Rasul

Ketahuilah wahai saudaraku, bahwasanya Allah menciptakan alam semesta ini bukanlah karena sia-sia atau sekedar main-main, akan tetapi Allah menciptakan alam semesta ini dengan tujuan yang pasti yakni untuk menguji siapa diantara hamba-Nya yang pantas untuk memasuki surga yang penuh kenikmatan dan siapa diantara hamba-Nya yang pantas untuk disiksa di neraka. Allah berfirman

“Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (Al-Mu’minun:115)

Allah Azza wa Jalla juga berfirman

“Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya dengan bermain-main.” (Al-Anbiyaa:16)

read more…