Skip to content

INFORMASI

Download GRATIS :
Majalah Ansharut Tauhid (edisi 6)

HATI ( Bab 4 Racun Hati )

February 5, 2010
tags:

2. Banyak makan

Sedikit makan dapat melembutkan hati, menguatkan daya pikir, membuka diri, serta melemahkan hawa nafsu dan sifat marah. Sedangkan banyak makan akan mengakibatkan kebalikannya.

Miqdam bin Ma’d Yakrib a berkata, ” Aku mendengar Rasulullah bersabda : “ Tidak ada bejana yang diisi oleh anak Adam yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap untuk menegakkan tulang punggung, jika tidak bisa maka sepertiga dari perutnya hendaknya diisi untuk makannya, sepertiga untuk minumnya, dan sepertiga untuk nafasnya “. ( Hadist Shahih diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad IV/ 132, At Tirmidzi dalam Az Zuhud VII/ 5 dengan sedikit perbedaan redaksi. Al Hakim mengatakan ” Hadist ini isnadnya Shahih. Hanya Bukhari dan Muslim tidak mengeluarkannya.” AdzDzahabi sepakat dengan Al Hakim IV/ 331 )

Read more…

HATI ( Bab 4 Racun Hati )

February 5, 2010
tags:

1. Banyak bicara

Kepada Muadz’ bin Jabal a. Rasulullah n bertanya , “Maukah kamu aku beritahukan kunci dari semua itu ? Aku ( Muadz ) menjawab : Tentu ya Rasulullah , Lalu Rasulullah memegang lidahnya dan berkata : ” Peliharalah ini”, aku pun bertanya : ” Wahai Nabi Allah, benarkah kita akan disiksa karena pembicaraan kita ” ? . Rasulullah menjawab : ” Ibumu kehilanganmu ( Kalimat yang biasa digunakan untuk menekankan suatu masalah ), Muadz ! bukankah manusia itu diseret ke neraka pada wajah-wajah mereka atau hidung-hidung mereka disebabkan oleh buah perkataan mereka.? ( H.R. At Tirmidzi Al Iman, VII/ 362 dan hakim dalam Al Mustadrak fi At Tafsir VI/ 142,shahih sesuai dengan syarat Bukhari- Muslim ).

Yang dimaksud dengan buah perkataan adalah balasan atas perkataan yang haram dan berbagai akibatnya. Dengan berbicara dan beramal seorang itu telah menanamkan kebaikan atau keburukan. Di Hari kiamat nanti, ia akan menuai buahnya. Barangsiapa menanam kebaikan ia akan menuai karamah. Dan barangsiapa menanam keburukan ia akan menuai penyesalan.

Read more…

HATI (2)

January 11, 2010
tags:

INDIKASI SEHATNYA HATI

  1. Kerinduannya kepada khidmah seperti kerinduannya seorang yang lapar kepada makanan dan minuman. Yahya bin Muadz berkata : Barangsiapa senang untuk berkhidmah kepada Allah Ta’ala, segala sesuatu akan senang berkhidmah kepadanya. Barangsiapa tentram dan sejuk hatinya lantaran taat kepada Allah Ta’ala , sejuk dan tentram hati pulalah semua yang memandangnya.
  2. 2. Siempunya hati yang sehat hanya memiliki satu keinginan : taat kepada Allah Ta’ala.
  3. Sangat bakhil kepada waktu, menyesal jika terbuang sia-sia. Kebakhilannya terhadap waktu melebihi kebakhilan manusia terkikir kepada hartanya.
  4. Jika telah masuk waktu sholat lenyaplah segala harapan dan kesedihannya terhadap dunia. Ia mendapatkan kelapangan, kenikmatan, penyejuk mata dan penyejuk jiwa dalam shalat itu.
  5. Tidak pernah letih untuk berdzikir kepada Allah Ta’ala tidak pernah bosan untuk berkhidmah kepada Allah Ta’ala dan tidak bersikap manis kecuali kepada orang yang menunjukkan jalan kebenaan atau mengingatkannya akan Rabb-Nya.
  6. Perhatiannya untuk membenarkan amalan ( membuat suatu amal dilaksanakan secara benar ) melebihi perhatiannya untuk beramal, sehingga ia akan berusaha untuk ikhlas, loyal, ittiba’ dan ihksan di dalamnya.. bersamaan dengan itu ia menyaksikan betapa banyak anugerah yang Allah Ta’ala berikan kepadanya dan ia tetap menyadari betapa ia telah banyak melalaikan hak-hak-Nya.

Read more…

HATI

January 5, 2010
tags:

Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya akan dimintai pertanggungjawaban ( Al Isra’ : 36 )

Peran hati bagi seluruh anggota badan ibarat raja bagi para prajuritnya. Semua bekerja berdasar perintahnya. Semua tunduk kepadanya. Karena perintah hatilah, istiqamah dan penyelewengan itu ada. Begitu pula semangat untuk bekerja. Rasulullah SAW bersabda :

Ketahuilah, didalam tubuh itu ada segumpal daging. Bila ia baik, maka baik pulalah seluruh tubuh. Dan apabila ia rusak maka rusak pulalah seluruh tubuh. Ketahuilah itu adalah hati. ( H.R. Bukhari ( Al Iman 1/126 ) dan Muslim ( Al Musaqat XI/26 ) Keduanya merupakan riwayat dari Nu’man bin Basyir. )

Hati adalah raja. Seluruh tubuh adalah pelaksana titah-titahnya, siap menerima hadiah apa saja. Aktifitas tidak dinilai benar jika tidak diniatkan dan dimaksudkan oleh sang hati. Di kemudian hari, hati akan ditanya tentang para prajuritnya. Sebab setiap pemimpin itu bertanggung jawab atas yang dipimpinnya.

Read more…

IKHLAS(4)

January 5, 2010
tags:

F. RIYA DAN JENIS-JENISNYA ( Kitab Al Ikhlas Hal. 63-67 )

Di antara jenis riya’ ialah sebagi berikut.

1. Riya Yang Berkaitan Dengan Badan Misalnya dengan menampakkan kekurusan dan wajah pucat, agar penampakan ini, orang-orang yang melihatnya menilainya memiliki kesungguhan dan dominannya rasa takut terhadap akhirat. Dan yang mendekati penampilan seperti ini ialah dengan merendahkan suara, menjadikan dua matanya menjadi cekung, menampakkan keloyoan badan, untuk menampakkan bahwa ia rajin berpuasa.

2. Riya Dari Sisi Pakaian Misalnya, sengaja membuat bekas sujud pada wajah, mengenakan pakaian jenis tertentu yang biasa dikenakan oleh sekelompok orang yang masyarakat menilai mereka sebagai ulama, maka dia mengenakan pakaian itu agar dikatakan sebagai orang alim.

Read more…

IKHLAS (3)

December 23, 2009
tags:

D. Riya itu Samar

Sungguh benar sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bahwasanya riya itu samarsehingga terkadang menimpa seseorang padahal ia menyangka bahwa ia telah melakukan yang sebaik-baiknya.

Dikisahkan bahwasanya ada seseorang yang selalu sholat berjama’ah di shaf yang pertama, namun pada suatu hari ia terlambat sehingga sholat di saf yang kedua, ia pun merasa malu kepada jama’ah yang lain yang melihatnya sholat di shaf yang kedua. Maka tatkala itu ia sadar bahwasanya selama ini senangnya hatinya, tenangnya hatinya tatkala sholat di shaf yang pertama adalah karena pandangan manusia. (Tazkiyatun Nufus hal 15).

Read more…

IKHLAS (2)

December 10, 2009
tags:

VI. URGENSI DAN HAKEKAT IKHLAS

Seorang hamba tidak akan benar-benar beribadah kepada Allah (iyya kana’budu) kecuali dengan dua pokok:

  1. Mengikuti Rasul SAW
  2. Ikhlas hanya kepada Allah

Pembagian manusia ditinjau dari dua pokok ini terdiri dari empat bagian:

  1. Ahli Ikhlas kepada Allah dan mengikuti rasulullah. Mereka adalah ahlu iyyaka naa’budu secara sebenarnya.
  2. Mereka yang tidak ikhlas dan tidak mengikuti
  3. Mereka yang ikhlas dalam amalnya, tetapi tidak mengikuti ajaran
  4. 4. Mereka yang amalannya mengikuti ajaran tetapi tidak ikhlas kepada Allah. (Madarijus salikin hal : 1/9 5)

Read more…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.